Kemitraan Usaha / Bisnis

Haiiii balik lagi nih di blog aku, kali ini aku mau membahas tentang kemitraan usaha / bisnis. ummm apa ya maksudnya?? 

yuuk di simaak >.<


Pengertian, Tujuan dan Manfaat Kemitraan Usaha

    Kemitraan merupakan suatu strategi bisnis yang dilakukan oleh kedua belah pihak atau lebih dalam jangka waktu tertentu untuk meraih keuntungan bersama dengan prinsip saling membutuhkan dan saling membesarkan. Konsep formal kemitraan yang tercantum dalam undang-undang No.9 Tahun 1995 menyatakan "Kemitraan adalah kerja sama antara usaha kecil dengan usaha menengah atau dengan usaha besar disertai pembinaan dan pengembangan yang berkelanjutan oleh usaha menengah atau usaha besar dengan memperhatikan prinsip saling memerlukan, saling memperkuat dan saling menguntungkan".

    Kemitraan usaha akan menghasilkan efisiensi dan sinergi sumber daya yang dimiliki oleh pihak-pihak yang bermitra dan karenanya menguntungkan semua pihak yang bermitra. kemitraan juga memperkuat mekanisme pasar dan persaingan usaha yang efisien dan produktif. bagi usaha kecil kemitraan jelas menguntungkan karena dapat turut mengambil manfaat dari pasar, modal, teknologi, manajemen dan kewirausahaan yang dikuasai oleh usaha besar.

    Tujuan dari kemitraan usaha adalah untuk meningkatkan pendapatan, kesinambungan usaha, meningkatkan kualitas sumber daya kelompok mitra, peningkatan skala usaha, serta menumbuhkan dan meningkatkan kemampuan usaha kelompok mandiri (Darmono et al 2004). Tujuan kemitraan meliputi beberapa aspek di antaranya:

  1. Tujuan dari aspek ekonomi (dalam kondisi yang ideal tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan kemitraan secara lebih konkret yaitu meningkatkan pendapat usaha kecil dan masyarakat, meningkatkan perolehan nilai tambah bagi pelaku kemitraan).
  2. Tujuan dari aspek sosial dan budaya (kemitraan usaha dirancang sebagai bagian dari upaya pemberdayaan usaha kecil. pengusaha besar berperan sebagai faktor percepatan pemberdayaan usaha kecil sesuai kemampuan dan kompetensinya dalam mendukung mitra usahanya menuju kemandirian usaha atau dengan kata lain kemitraan usaha yang dilakukan oleh pengusaha besar yang telah mapan dengan pengusaha kecil sekaligus sebagai penanggung jawab sosial pengusaha besar untuk ikut memberdayakan usaha kecil agar tumbuh menjadi pengusaha yang tangguh dan mandiri).
  3. Tujuan dari aspek teknologi (bimbingan teknologi yang dimaksud adalah terkait dengan teknik berproduksi untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi).
  4. Tujuan dari aspek manajemen (manajemen merupakan proses yang dilakukan oleh salah satu atau lebih individu untuk mengkoordinasikan berbagai aktivitas lain untuk mencapai hasil-hasil yang tidak bisa dicapai apabila satu individu bertindak sendiri).

Manfaat Kemitraan usaha yaitu:
  • Membangun kebersamaan dan penguatan sesama pelaku bisnis
  • Memenuhi kebutuhan dan penguatan sesama pelaku bisnis
  • Berkesinambungan dan berkelanjutan usaha dalam sektor yang sama atau yang related
  • Membangun kebersamaan dan penguatan sesama pelaku bisnis

Jenis-Jenis Kemitraan Usaha

Kemitraan dibagi menjadi beberapa jenis yaitu:
  • Kemitraan LLC (dikenal sebagai LLC Multi-anggota)
    LLC Partnership atau Perusahaan Terbatas (PT) dapat memiliki satu pemilik atau beberapa pemilik, yang disebut anggota. LLC dengan banyak anggota disebut kemitraan multi-anggota LLC. anggota memiliki perisai hukum antara aset pribadi mereka dan bisnis yang berarti mereka umumnya tidak dapat dituntut atas tindakan atau hutang perusahaan. 
    Manfaat membentuk kemitraan LLC meliputi perlindungan tanggung jawab pribadi, fleksibilitas pajak, anggota korporat, siapa pun dapat membentuk LLC. 
    Kelemahannya adalah bahwa anggota dapat dianggap bertanggung jawab atas tindakan anggota lainnya.
  • Kemitraan LLP (Tanggung Jawab Terbatas atau Limited Liability Partnership)
    adalah jenis kemitraan di mana pemilik tidak bertanggung  jawab secara pribadi atas hutang dan kewajiban bisnis atau tindakan mitra lainnya. tapi mitra dapat dianggap bertanggung jawab atas kelalaian mereka sendiri, jika mereka secara pribadi melakukan sesuatu yang salah atau terlibat dalam malpraktek. 
    Manfaat LLP adalah perlindungan tanggung jawab dari tindakan anggota lain, mudah untuk menambah atau menghapus mitra, fleksibilitas manajemen. 
    Kelemahan hanya tersedia untuk profesi tertentu, tidak ada fleksibilitas pajak, hanya individu yang dapat memiliki LLP.
  • Kemitraan LP (Terbatas atau Limited Partnership)
    dalam hal kemitraan terbatas (LP) ada dua jenis mitra yaitu mitra umum (membantu mengelola perusahaan dan membuat keputusan bisnis) dan mitra terbatas (tidak membuat keputusan bisnis tetapi biasanya menyediakan dana dan modal awal, terkadang mereka disebut "mitra bisu"). 
    Manfaat utama LP adalah mitra terbatas menerima perlindungan hukum terlepas dari kontribusi keuangan atau persentase kepemilikan mereka, dapat membuat bisnis lebih menarik bagi investor yang memiliki modal untuk dimasukan ke dalam peruahaan tetapi tidak ingin mengambil risiko unntuk benar-benar menjalankannya. selain itu manfaat LP kekuatan pengambilan keputusan dan mitra korporat.
    Kelemahan LP adalah bahwa mitra terbatas dapat kehilangan status mitra teratas jika mereka telalu terlibat dalam manajemen perusahaan. "terlalu terlibat" dapat berarti menandatangani kontrak hukum atas nama bisnis, membuat keputusan manajemen, dan menjalankan kegiatan bisnis.
  • Kemitraan GP (Umum atau General Partnership)
    Kemitraan umum tidak mengharuskan untuk mendaftar dengan negara, dan bahkan tidak memerlukan perjanjian formal. kemitraan umum tidak menawarkan perlindungan tanggung jawab pribadi. Jika perusahaan dituntut atau tidak dapat membayar kewajiban keuangannya, aset pribadi mitra berisiko. 
    Manfaatnya mudah dibentuk dan berbiaya rendah untuk dijalankan, fleksibilitas pajak, mitra korporat.
    Kerugian adalah tidak ada perlindungan tanggung jawab pribadi, mitra bertanggung jawab atas tindakan satu sama lain.



Strategi Kemitraan Usaha

    Strategi kemitraan merupakan strategi kerjasama yang terbentuk oleh adanya dimensi antara kepercayaan dan komitmen partner. kepercayaan dan komitmen dapat terbentuk karena adanya beberapa faktor yang berpengaruh di antaranya adalah faktor ketergantungan sumber saya (M.B Sarker 1998), Faktor kualitas hubungan (Johnson 1999), Faktor fleksibilitas (Heidi dalam Johnsin 1993) dan Faktor penyebaran informasi (Dwyer 1987).
    Manfaat dari strategi kemitraan adalah terjadi sinergi sehingga setiap mitra mendapat keuntungan lebih, proses kerja dan hasil yang didapatkan lebih cepat karena informasi yang memadai, perusahaan lebih fleksibel, adanya pembagian risiko, mengurangi kebutuhan akan kapital karena perusahaan berkonsentrasi pada kompetensi inti efektif, kemampuan usaha setiap mitra akan meningkat, karena adanya informasi yang sama dapat memperoleh manfaat dan keunggulan tambahan dari mitra dan tercapainya efisiensi dan efektivitas yitu sebagai berikut:

  • Modal Sosial
    agar modal sosial tumbuh baik dibutuhkan adanya nilai saling berbagi (Shared Values) serta pengorganisasian peran (rules) yang diekspresikan dalam hubungan personal (personal relationship), Kepercayaan (trust), dan common senese tentang tanggung jawab. modal sosial mempunyai pengaruh positif terhadap kualitas strategi kemitraan.
  • Tingkat Fleksibilitas
    Tingkat fleksibilitas mempengaruhi strategi kemitraan karena beberapa alasan, diantaranya merupakan jaminan berpartner. pada saat perusahaan berperilaku fleksibel dalam berpartner, perusahaan sepakat saling berhubungan dengan baik dan mempunyai maksudu baik dalam kerjasama. melalui fleksibilitas hubungan antara partner itu terasa penting dan bernilai, aman dan membuat mereka lebih berkeinginan untuk melakukan kerjasama melalui strategi kemitraan ini. tingkat fleksibilitas mempunyai pengaruh positiif terhadap kualitas strategi kemitraan.
  • Tingkat Ketergantungan Sumber daya
    Tingkat ketergantungan sumberdaya dalam ekonomi adalah pertukaran untuk mendapatkan sumberdaya penting diluar kemampuan (Gunndlach, 1994). Saling ketergantungan pada hubungan kerjasama menyebabkan adanya peningkatan kepercayaan satu sama lain (Lusch, 1996) dan menguatkan komitmen (Dwyer, 1987). Jadi hubungan kerjasama dimana masing-masing partner membutuhkan sumberdaya dari yang lain dan dimana kebutuhan yang ada saling timbal balik maka masing-masing berusaha untuk saling melengkapi yang berarti terjadi saling ketergantungan. tingkat ketergantungan sumber daya mempunyai pengaruh positif terhadap kualitas strategi kemitraan.
  • Kinerja Perusahaan
    Slater dan Narver (1997) menyarankan ada 3 kriteria pengukuran kinerja yakni :efektifitas, efisiensi, dan adaptabilitas. Hal ini dapat terlihat dari proses semua transaksi perusahaan yang berjalan efektif dan efisien dalam pemberian jasa. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Johnson (1999) berhasil membuktikan bahwa adanya hubungan positif antara strategi kemitraan dengan kinerja perusahaan. Johnson (1999) menjelaskan bahwa strategi kemitraan merupakan salah satu bentuk aliansi antar perusahaan. Hasil penelitian Johnson (1999) juga berhasil membuktikan bahwa hubungan positif antara upaya koordinasi dengan kinerja. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan aliansi, dimana dalam hubungan tersebut terdapat upaya-upaya koordinasi, terbukti mampu untuk meningkatkan kinerja perusahaan. kualitas strategi kemitraan mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja perusahaan.



Strategi dan Kebijaksanaan Kemitraan Usaha

    Strategi kemitraan, strategi yang ditawarkan dalam kemitraan mengandung unsur saling memerlukan, saling menguntungkan dan saling memperkuat. ketiga unsur tesebut dibangun atas dasar kepercayaan, sehingga strateginya itu strategi komitmen visi jangka panjang, strategi implementasi misi dan strategi kesepakatan atas sasaran dan tujuan berjama.
    Kebijakan kemitraan usaha, kemitraan adalah kerjasama usaha antara usaha kecil, menengah dan usaha besar dengan memperhatikan prinsip saling memerlukan dan menguntungkan. Dalam Peraturan Pemerintah No. 44 Tahun 1997, kemitraan usaha tetap diarahkan dapat berlangsung atas dasar norma-norma ekonomi yang berlaku dalam keterkaitan usaha yang saling memerlukan, saling memperkuat, dan saling menguntungkan. Berdasarkan SK Mentan No. 940/Kpts/OT. 210/10/1997 tentang Pedoman Kemitraan Usaha Pertanian, dikatakan bahwa tujuan kemitraan usaha pertanian antara lain untuk meningkatkan pendapatan, kesinambungan usaha, meningkatkan kualitas sumberdaya mitra, peningkatan skala usaha, serta dalam rangka menumbuhkan dan meningkatkan kemampuan usaha kelompok mitra yang mandiri. 
    Dalam SK Mentan tersebut dalam Pasal 3 dikemukakan bagaimana keterkaitan yang saling menguntungkan tersebut. Perusahaan mitra (inti) memerlukan pasokan bahan baku, sedangkan kelompok mitra (plasma) memerlukan penampungan hasil dan bimbingan teknis. Saling memperkuat dalam pengertian bahwa baik kelompok mitra (plasma) dan perusahaan mitra (inti) secara bersama-sama memperhatikan tanggung jawab moral dan etika bisnis, sehingga akan memperkuat kedudukan masing-masing dalam meningkatkan dayasaing usahanya. Sementera, saling menguntungkan dalam pengertian keduanya harus memperoleh peningkatan pendapatan dan adanya kesinambungan usaha melalui kemitraan yang dibangun. 


Penerapan

    Nah disini aku akan menghubungkan pemenerapan kemitraan usaha ini dengan model BMC yang pernah aku buat sebelumnya, untuk yang belum tau bisa klik link dibawah ini untuk membaca apa si idea bisnis dan model BMC  yang aku bahas sebelumnya:



    Nah ditulisan aku sebelumnya aku memiliki ide bisnis yaitu menjual aneka dessert box, yang berarti memiliki bahan dasar yang dapat dibeli di toko-toko bahan kue maka dalam pemenerapan kemitraan ini saya memilih kemitraan dengan para supplier bahan-bahan kue dan alat-alat pengelolaan. karena kemitraan tersbut akan sangat membantu dalam mengembangkan ide bisnis yang saya miliki dan agar  dapat menambah produktifitas dan ke esifisiensi dari produk itu.


Nah sekian pembahasan tentang kemitraan bisnis yang aku bahas di blog aku, semoga bermanfaat. Terimakasiiii >.<

Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Tutorial) My Idea BMC

Business Model Canvas

Marketing Insight "Apa dan Bagaimana"